Casdi’s Publication

Mangan ora mangan asal kumpul

my Favorite Songs

Ditulis oleh nankcas di/pada Agustus 4, 2008

Belahan Jiwa
oleh: KLA Project

Membaca lagi surat-suratmu, hatiku jatuh rindu
Tak sadar pada langit kamarku, kulukis kau di situ
Waktu yang berlalu, dan jarak masih saja terbentang
Penamu bicara, menembus ruang menyapa sukmaku

Mendesah lembut angin membawa butiran hati lara
Ternyata meraih kesempatan, tak semudah kusangka
Kau setia menunggu lelaki kecil menantang hidup
Kau sertakan do’a, seolah mantra menjelma nafasku

Memendam tanya seg’ra terucap
Belahan jiwa apa kabarmu
Kuharap s’lali tetap kau jaga
Tumbuhan cinta yang di ladang kita …

Kau setia menunggu lelaki kecil menantang hidup
Kau sertakan do’a, seolah mantra menjelma nafasku

Memendam tanya seg’ra terucap
Belahan jiwa apa kabarmu
Kuharap s’lali tetap kau jaga
Tumbuhan cinta yang di ladang kita

Aku … jauh di sini menggapai cita
Hingga … satu saat pasti ku kan kembali

Kan kujemput dikau Sang Putri, pada saatnya nanti
Berkereta kencana kubawa pergi, ‘tuju istana di sana ku bertahta

Memendam tanya seg’ra terucap
Belahan jiwa apa kabarmu
Kuharap s’lali tetap kau jaga
Tumbuhan cinta yang di ladang kita

Aku … jauh di sini menggapai cita
Hingga … satu saat pasti ku kan kembali
========================================================================
Lagu Baru
oleh: KLA Project

Nada indah terlintas kita ciptakan
Satu lagu yang baru dalam bayangan
Katakan sesuatu lirik dan kata
Ketuk irama, lantun melodi, untuk bergaya sejenak suka-suka

Apakah pendapatmu akan laguku?
Tunjukkanlah sikapmu kalau setuju
Sekarang aku yakin kita t’lah mampu
Menggubah nada, menyusun kata, mengungkap segalanya penuh jiwa

Lupakanlah problema
Anggap saja tiada
Lupakanlah problema
Anggap saja tiada

Jangan biarkan terbawa resah di dada
Hingga itu semua dapat menggugah rasa
Marilah bergembira dalam satu suasana…
========================================================================Romansa
oleh: KLA Project

Sunyi…
Dan smarak malam
Bertabur kilau bintang
Bulan pun naik perlahan
Tersipu

Kau dan aku tenggelam
Dalam dekapan cinta
Tanpa suara berbincang
Dua jiwa

Tertiup aroma bunga
Mengantarkan nikmat gairah ’smara
Terlantun untaian mantra

Duhai, bersemilah
Cinta kita

Kau dan aku tenggelam
Dalam dekapan cinta
Tanpa suara berbincang
Dua jiwa

Tertiup aroma bunga
Mengantarkan nikmat gairah ’smara
Terlantun untaian mantra

Duhai, bersemilah
Cinta kita, tersiram prahara
Kasih, tersenyumlah
Dan setia, dari waktu ke waktu

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | 1 Komentar »

AMAL

Ditulis oleh nankcas di/pada Juli 5, 2008

Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih awal menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa wang lebih banyak kerana keperluan di rumah makin besar. Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. “Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa wang sesenpun.” Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala.” “Terima kasih,” jawab Ali. Matanya memberat lantaran isterinya begitu tawakkal. Padahal keperluan dapur sudah habis sama sekali. Pun begitu Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.

Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan sholat berjamaah. Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. “Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?” Ali menjawab dengan hairan. “Ya betul. Ada apa, Tuan?”. Orang tua itu mencari kedalam begnya sesuatu seraya berkata: “Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar upahnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah wang ini, sebab engkaulah ahli warisnya.” Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.

Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.

Ali pun bergegas berangkat ke pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, “Siapakah yang mahu menghutangkan hartanya kerana Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.” Tanpa berfikir panjang, Ali memberikan seluruh wangnya kepada orang itu.

Pada waktu ia pulang dan Fatimah kehairanan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, berkata, “Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kerana Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya, dan yang menutup pintu syurga untuk kita.”

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | Leave a Comment »

Bu kek Siansu

Ditulis oleh nankcas di/pada Oktober 21, 2007

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | Leave a Comment »

Penggemar Kho Ping Hoo

Ditulis oleh nankcas di/pada Oktober 21, 2007

Aku penggemar berat karya Asmaraman S Kho Ping Hoo ( KPH ) , aku baca semenjak masih kecil kalo ngak salah kelas 4 SD, Aku terpesona oleh eloknya gaya cerita KPH, selain jago cerita KPH juga jago Filsafat, meski aku ngak tau Beliau belajar filsafat dimana , menurutku sih Filsafatnya bener-bener autentik karya Beliau, kadang kita malu sendiri bila sisi kemanusiaan kita di singgung.

Pertamanya memang susah menghafal nama nama tokoh dan julukannya karena sangat kental dengan aroma China nya. Juga Jurus jurus dan karakter dari tokoh yang diceritakannya, tapi lama-kelamaan seiring dengan banyaknya baca , istilah istilah dalam bahasa China tersebut akan segara familier.

So bagi yang belum pernah baca segeralah mencoba untuk membacanya karena yang aku rasakan sendiri, selain menikmati alur ceritanya juga membuat kita lebih bijak dalam mensikapi hidup dan perilaku manusia.

Selamat Membaca.

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | Leave a Comment »