Casdi’s Publication

Mangan ora mangan asal kumpul

Mikrohidro

Posted by nankcas pada Desember 21, 2010

Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketiggian tertentu dad instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketingglan daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan teluemahan bebas bisa dikatakan “energi putih“. Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini mengunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik,

Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam, prakteknya istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro, pasti mengunakan air sebagai sumber energinya. Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Miniihidro adalah output daya yang dihasilkan. Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dad

100 W, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan clan ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin). DI rumah instalasi air tersebut akan menumbuk turbin dimana turbm’ sendin, dipastikan akan mencrima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mckanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan kopling. Darl generator akan dthaslikan energi listrik yang ak-an masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringlcas proses Mikrohidro merubah energi aliran dan ketinggian air menjadt energi listrik.

Terdapat sebuah peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah negara, sebagian untuk mendukung industri-industri, dan sebagian untuk menyediakan penerangan di malam hari. Kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya yang tinggi dari perluasan jaringan listrik, sering membuat Mikro Hidro memberikan sebuah alternatif ekonomi ke dalam jaringan. Ini karena Skema Mikro Hidro yang mandiri menghemat biaya dari jaringan transmisi, dan karena skema perluasan jaringan sering memerlukan biaya peralatan dan pegawai yang mahal. Dalam kontrak, Skema Mikro Hidro dapat didisain dan dibangun oleh pegawai lokal dan organisasi yang lebih kecil dengan mengikuti peraturan yang lebih longgar dan menggunakan teknologi lokal seperti untuk pekerjaan irigasi tradisional atau mesin-mesin buatan lokal. Pendekatan ini dikenal sebagai Pendekatan Lokal. Gambar 1 menunjukkan betapa ada perbedaan yang berarti antara biaya pembuatan dengan listrik yang dihasilkan.

 

 Gambar 1. Skala Ekonomi dari Mikro-Hidro (berdasarkan data tahun 1985)

Keterangan gambar 1
Average cost for conventional hydro = Biaya rata-rata untuk hidro konvensional.
Band for micro hydro = Kisaran untuk mikro-hidro
Capital cost = Modal
Capacity = Kapasitas (kW)


2. Komponen-komponen Pembangkit Listrik Mikro Hidro

 

 Gambar 2. Komponen-komponen Besar dari sebuah Skema Mikro Hidro

  • Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake)
    Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai (‘Intake’ pembuka) ke dalamsebuah bak pengendap (Settling Basin).


  • Settling Basin (Bak Pengendap)
    Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.

  • Headrace (Saluran Pembawa)
    Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.

  • Headtank (Bak Penenang)
    Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir, kayu-kayuan.

 

  • Penstock (Pipa Pesat/Penstock)
    Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.

 

  • Settling Basin (Bak Pengendap)
    Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.

 

  • Headrace (Saluran Pembawa)
    Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.

  • Turbine dan Generator (Turbin dan Generator)
    Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut kayu dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan sebuah generator listrik. Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro, disebut dengan ‘Beban’ (Load).
    Dalam Gambar 2. bebannya adalah sebuah penggergajian kayu.


Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah contoh, air dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock seperti yang terlihat pada penggergajian kayu di Gambar 2. Tipe ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan tenaga air tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya rendah. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat dihilangkan dan sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan
skema keperluan-keperluan dari pengguna.

Ditulis dalam Energy | 1 Komentar »

Energi Surya

Posted by nankcas pada Desember 21, 2010

Energi mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan, serta merupakan pendukung bagi kegiatan ekonomi nasional. Penggunaan energi di Indonesia meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Sedangkan, akses ke energi yang andal dan terjangkau merupakan pra-syarat utama untuk meningkatkan standar hidup masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat tersebut, dikembangkan berbagai energi alternatif, di antaranya energi terbarukan. Potensi energi terbarukan, seperti: biomassa, panas bumi, energi surya, energi air, energi angin dan energi samudera, sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan, padahal potensi energi terbarukan di Indonesia sangatlah besar.

Energi surya merupakan salah satu energi yang sedang giat dikembangkan saat ini oleh Pemerintah Indonesia.

Kondisi Umum

Sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai potensi energi surya yang cukup besar. Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, radiasi surya di Indonesia dapat diklasifikasikan berturut-turut sebagai berikut: untuk kawasan barat dan timur Indonesia dengan distribusi penyinaran di Kawasan Barat Indonesia (KBI) sekitar 4,5 kWh/m 2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 10%; dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sekitar 5,1 kWh/m 2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Dengan demikian, potesi angin rata-rata Indonesia sekitar 4,8 kWh/m 2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%.

Untuk memanfaatkan potensi energi surya tersebut, ada 2 (dua) macam teknologi yang sudah diterapkan, yaitu teknologi energi surya termal dan energi surya fotovoltaik. Energi surya termal pada umumnya digunakan untuk memasak (kompor surya), mengeringkan hasil pertanian (perkebunan, perikanan, kehutanan, tanaman pangan) dan memanaskan air. Energi surya fotovoltaik digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik, pompa air, televisi, telekomunikasi, dan lemari pendingin di Puskesmas dengan kapasitas total ± 6 MW.

Ada dua macam teknologi energi surya yang dikembangkan, yaitu:

•  Teknologi energi surya fotovoltaik;

•  Teknologi energi surya termal.

TEKNOLOGI ENERGI SURYA FOTOVOLTAIK

Teknologi dan Kemampuan Nasional

Pemanfaatan energi surya khususnya dalam bentuk SHS (s olar home systems ) sudah mencapai tahap semi komersial.

Komponen utama suatu SESF adalah:

  • Sel fotovoltaik yang mengubah penyinaran matahari menjadi listrik, masih impor, namun untuk laminating menjadi modul surya sudah dkuasai;
  • Balance of system (BOS) yang meliputi controller, inverter , kerangka modul, peralatan listrik, seperti kabel, stop kontak, dan lain-lain, teknologinya sudah dapat dikuasai;
  • Unit penyimpan energi (baterai) sudah dapat dibuat di dalam negeri;
  • Peralatan penunjang lain seperti: inverter untuk pompa, sistem terpusat, sistem hibrid, dan lain-lain masih diimpor.

Kandungan lokal modul fotovoltaik termasuk pengerjaan enkapsulasi dan framing sekitar 25%, sedangkan sel fotovoltaik masih harus diimpor. Balance of System (BOS) masih bervariasi tergantung sistem desainnya. Kandungan lokal dari BOS diperkirakan telah mencapai diatas 75%.

Sasaran Pengembangan Fotovoltaik di Indonesia

  • Sasaran pengembangan energi surya fotovoltaik di Indonesia adalah sebagai berikut: Semakin berperannya pemanfaatan energi surya fotovoltaik dalam penyediaan energi di daerah perdesaan, sehingga pada tahun 2020 kapasitas terpasangnya menjadi 25 MW.
  • Semakin berperannya pemanfaatan energi surya di daerah perkotaan.
  • Semakin murahnya harga energi dari solar photovoltaic , sehingga tercapai tahap komersial.
  • Terlaksananya produksi peralatan SESF dan peralatan pendukungnya di dalam negeri yang mempunyai kualitas tinggi dan berdaya saing tinggi.

Strategi Pengembangan Fotovoltaik di Indonesia

Strategi pengembangan energi surya fotovoltaik di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Mendorong pemanfaatan SESF secara terpadu, yaitu untuk keperluan penerangan (konsumtif) dan kegiatan produktif.Mengembangan SESF melalui dua pola, yaitu pola tersebar dan terpusat yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pola tersebar diterapkan apabila letak rumah-rumah penduduk menyebar dengan jarak yang cukup jauh, sedangkan pola terpusat diterapkan apabila letak rumah-rumah penduduk terpusat.
  • Mengembangkan pemanfaatan SESF di perdesaan dan perkotaan.
  • Mendorong komersialisasi SESF dengan memaksimalkan keterlibatan swasta.
  • Mengembangkan industri SESF dalam negeri yang berorientasi ekspor.
  • Mendorong terciptanya sistem dan pola pendanaan yang efisien dengan melibatkan dunia perbankan.

Program Pengembangan Fotovoltaik di Indonesia

Program pengembangan energi surya fotovoltaik adalah sebagai berikut:

  • Mengembangkan SESF untuk program listrik perdesaan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah yang jauh dari jangkauan listrik PLN.
  • Meningkatkan penggunaan teknologi hibrida, khususnya untuk memenuhi kekurangan pasokan tenaga listrik dari isolated PLTD.
  • Mengganti seluruh atau sebagian pasokan listrik bagi pelanggan Sosial Kecil dan Rumah Tangga Kecil PLN dengan SESF. Pola yang diusulkan adalah:
  • Memenuhi semua kebutuhan listrik untuk pelanggan S1 dengan batas daya 220 VA;
  • Memenuhi semua kebutuhan untuk pelanggan S2 dengan batas daya 450 VA;
  • Memenuhi 50 % kebutuhan listrik untuk pelanggan S2 dengan batas daya 900 VA;
  • Memenuhi 50 % kebutuhan untuk pelanggan R1 dengan batas daya 450 VA.
  • Mendorong penggunaan SESF pada bangunan gedung, khususnya Gedung Pemerintah.
  • Mengkaji kemungkinan pendirian pabrik modul surya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan kemungkinan ekspor.
  • Mendorong partisipasi swasta dalam pemanfaatan energi surya fotovoltaik.
  • Melaksanakan kerjasama dengan luar negeri untuk pembangunan SESF skala besar.

Peluang Pemanfaatan Fotovoltaik

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau yang kecil dan banyak yang terpencil menyebabkan sulit untuk dijangkau oleh jaringan listrik yang bersifat terpusat. Untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah-daerah semacam ini, salah satu jenis energi yang potensial untuk dikembangkan adalah energi surya. Dengan demikian, energi surya dapat dimanfaatkan untuk p enyedian listrik dalam rangka mempercepat rasio elektrifikasi desa.

Selain dapat digunakan untuk program listrik perdesaan, peluang pemanfaatan energi surya lainnnya adalah:

  • Lampu penerangan jalan dan lingkungan;
  • Penyediaan listrik untuk rumah peribadatan. SESF sangat ideal untuk dipasang di tempat-tempat ini karena kebutuhannya relatif kecil. Dengan SESF 100 /120Wp sudah cukup untuk keperluan penerangan dan pengeras suara;
  • Penyediaan listrik untuk sarana umum. Dengan daya kapasitas 400 Wp sudah cukup untuk memenuhi listrik sarana umum;
  • Penyediaan listrik untuk sarana pelayanan kesehatan, seperti: rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, dan Rumah Bersalin;
  • Penyediaan listrik untuk Kantor Pelayanan Umum Pemerintah. Tujuan pemanfaatan SESF pada kantor pelayanan umum adalah untuk membantu usaha konservasi energi dan mambantu PLN mengurangi beban puncak disiang hari;
  • Untuk pompa air ( solar power supply for waterpump ) yang digunakan untuk pengairan irigasi atau sumber air bersih (air minum).

Kendala Pengembangan Fotovoltaik di Indonesia

  • Kendala yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah:
  • Harga modul surya yang merupakan komponen utama SESF masih mahal mengakibatkan harga SESF menjadi mahal, sehingga kurangnya minat lembaga keuangan untuk memberikan kredit bagi pengembangan SEEF;
  • Sulit untuk mendapatkan suku cadang dan air accu , khususnya di daerah perdesaan, menyebabkan SESF cepat rusak;
  • Pemasangan SESF di daerah perdesaan pada umumnya tidak memenuhi standar teknis yang telah ditentukan, sehingga kinerja sistem tidak optimal dan cepat rusak.;
  • Pada umumnya, penerapan SESF dilaksanakan di daerah perdesaan yang sebagian besar daya belinya masih rendah, sehingga pengembangan SESF sangat tergantung pada program Pemerintah;
  • Belum ada industri pembuatan sel surya di Indonesia, sehingga ketergantungan pada impor sangat tinggi. Akibatnya, dengan menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menyebabkan harga modul surya menjadi semakin mahal.

2. TEKNOLOGI ENERGI SURYA TERMAL

Selama ini, pemanfaatan energi surya termal di Indonesia masih dilakukan secara tradisional. Para petani dan nelayan di Indonesia memanfaatkan energi surya untuk mengeringkan hasil pertanian dan perikanan secara langsung.

Teknologi dan Kemampuan Nasional

Berbagai teknologi pemanfaatan energi surya termal untuk aplikasi skala rendah (temperatur kerja lebih kecil atau hingga 60 o C) dan skala menengah (temperatur kerja antara 60 hingga 120 o C) telah dikuasai dari rancang-bangun, konstruksi hingga manufakturnya secara nasional. Secara umum, teknologi surya termal yang kini dapat dimanfaatkan termasuk dalam teknologi sederhana hingga madya. Beberapa teknologi untuk aplikasi skala rendah dapat dibuat oleh bengkel pertukangan kayu/besi biasa. Untuk aplikasi skala menengah dapat dilakukan oleh industri manufaktur nasional.

Beberapa peralatan yang telah dikuasai perancangan dan produksinya seperti sistem atau unit berikut:

  • Pengering pasca panen (berbagai jenis teknologi);
  • Pemanas air domestic;
  • Pemasak/oven;
  • Pompa air (dengan Siklus Rankine dan fluida kerja Isopentane );
  • Penyuling air ( Solar Distilation/Still );
  • Pendingin (radiatif, absorpsi, evaporasi, termoelektrik, kompressip, tipe jet);
  • Sterilisator surya;
  • Pembangkit listrik dengan menggunakan konsentrator dan fluida kerja dengan titik didih rendah.

Untuk skala kecil dan teknologi yang sederhana, kandungan lokal mencapai 100 %, sedangkan untuk sistem dengan skala industri (menengah) dan menggunakan teknologi tinggi (seperti pemakaian Kolektor Tabung Hampa atau Heat Pipe ), kandungan lokal minimal mencapai 50%.

Sasaran Pengembangan Energi Surya Termal

Sasaran pengembangan energi surya termal di Indonesia adalah sebagai berikut:

Meningkatnya kapasitas terpasang sistem energi surya termal, khususnya untuk pengering hasil pertanian, kegiatan produktif lainnya, dan sterilisasi di Puskesmas.

Tercapainya tingkat komersialisasi berbagai teknologi energi surya thermal dengan kandungan lokal yang tinggi.

Strategi Pengembangan Energi Surya Termal

  • Strategi pengembangan energi surya termal di Indonesia adalah sebagai berikut: Mengarahkan pemanfaatan energi surya termal untuk kegiatan produktif, khususnya untuk kegiatan agro industri.
  • Mendorong keterlibatan swasta dalam pengembangan teknologi surya termal.
  • Mendor ong terciptanya sistem dan pola pendanaan yang efektif.
  • Mendorong keterlibatan dunia usaha untuk mengembangkan surya termal.

Program Pengembangan Energi Surya Termal

Program pengembangan energi surya termal di Indonesia adalah sebagai berikut:

Melakukan inventarisasi, identifikasi dan pemetaan potensi serta aplikasi teknologi fototermik secara berkelanjutan.

Melakukan diseminasi dan alih teknologi dari pihak pengembang kepada pemakai (agro-industri, gedung komersial, dan lain-lain) dan produsen nasional (manufaktur, bengkel mekanik, dan lain-lain) melalui forum komunikasi, pendidikan dan pelatihan dan proyek-proyek percontohan.

  • Melaksanakan standarisasi nasional komponen dan sistem teknologi fototermik.
  • Mengkaji skema pembiayaan dalam rangka pengembangan manufaktur nasional.
  • Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk berbagai teknologi fototermik.
  • Meningkatkan produksi lokal secara massal dan penjajagan untuk kemungkinan ekspor.
  • Pengembangan teknologi fototermik suhu tinggi, seperti: pembangkitan listrik, mesin stirling , dan lain-lain.

Peluang Pemanfaatan Energi Surya Termal

Prospek teknologi energi surya termal cukup besar, terutama untuk mendukung peningkatan kualitas pasca-panen komoditi pertanian, untuk bangunan komersial atau perumahan di perkotaan.

  • Prospek pemanfaatannya dalam sektor-sektor masyarakat cukup luas, yaitu:
  • Industri, khususnya agro-industri dan industri pedesaan, yaitu untuk penanganan pasca-panen hasil-hasil pertanian, seperti: pengeringan (komoditi pangan, perkebunan, perikanan/peternakan, kayu olahan) dan juga pendinginan (ikan, buah dan sayuran);
  • Bangunan komersial atau perkantoran, yaitu: untuk pengkondisian ruangan ( Solar Passive Building , AC) dan pemanas air;
  • Rumah tangga, seperti: untuk pemanas air dan oven/ cooker ;
  • PUSKESMAS terpencil di pedesaan, yaitu: untuk sterilisator, refrigerator vaksin dan pemanas air.

Kendala Pengembangan Energi Surya Termal

Kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan surya termal adalah:

  • Teknologi energi surya termal untuk memasak dan mengeringkan hasil pertanian masih sangat terbatas. Akan tetapi, sebagai pemanas air, energi surya termal sudah mencapai tahap komersial. Teknologi surya termal masih belum berkembang karena sosialisasi ke masyarakat luas masih sangat rendah;
  • Daya beli masyarakat rendah, walaupun harganya relatif murah;
  • Sumber daya manusia (SDM) di bidang surya termal masih sangat terbatas. Saat ini, SDM hanya tersedia di Pulau Jawa dan terbatas lingkungan perguruan

Ditulis dalam Energy | Tinggalkan sebuah Komentar »

Biodiesel ?? Apaan tuh..?

Posted by nankcas pada Desember 21, 2010

Biodiesel adalah bahan bakar motor diesel yang berupa ester alkil/alkil asam-asam lemak (biasanya ester metil) yang dibuat dari minyak nabati melalui proses trans atau esterifikasi. stilah biodiesel identik dengan bahan bakar murni. Campuran biodiesel (BXX) adalah biodiesel sebanyak XX`% yang telah dicampur dengan solar sejumlah 1-XX %
Latar Belakang Kebutuhan Biodiesel di Indonesia:

Bahan bakar mesin diesel yang berupa ester metil/etil asam-asam lemak. Dibuat dari minyak-lemak nabati dengan proses metanolisis/etanolisis. Produk-ikutan: gliserin. Atau dari asam lemak (bebas) dengan proses esterifi-kasi dgn metanol/etanol. Produk-ikutan : air Kompatibel dengan solar, berdaya lumas lebih baik. Berkadar belerang hampir nihil,umumnya < 15 ppm. BXX = camp. XX %-vol biodiesel dengan (100 – XX) %-vol solar. Contoh: B5, B20, B100. Sudah efektif memperbaiki kualitas emisi kendaraan diesel pada level B2 !.
Keuntungan Pemakaian Biodiesel

  • Dihasilkan dari sumber daya energi terbarukan dan ketersediaan bahan bakunya terjamin
  • Cetane number tinggi (bilangan yang menunjukkan ukuran baik tidaknya kualitas solar berdasar sifat kecepatan bakar dalam ruang bakar mesin)
  • Viskositas tinggi sehingga mempunyai sifat pelumasan yang lebih baik daripada solar sehingga memperpanjang umur pakai mesin
  • Dapat diproduksi secara lokal
  • Mempunyai kandungan sulfur yang rendah
  • Menurunkan tingkat opasiti asap
  • Menurunkan emisi gas buang
  • Pencampuran biodiesel dengan petroleum diesel dapat meningkatkan biodegradibility petroleum diesel sampai 500 %

Bahan Baku Biodiesel

Minyak nabati sebagai sumber utama biodiesel dapat dipenuhi oleh berbagai macam jenis tumbuhan tergantung pada sumberdaya utama yang banyak terdapat di suatu tempat/negara. Indonesia mempunyai banyak sumber daya untuk bahan baku biodiesel.

    Beberapa sumber minyak nabati yang potensial sebagai bahan baku Biodiesel.

    Nama Lokal Nama Latin Sumber Minyak Isi
    % Berat Kering
    P / NP
    Jarak Pagar Jatropha Curcas
    Inti biji
    40-60
    NP
    Jarak Kaliki Riccinus Communis
    Biji
    45-50
    NP
    Kacang Suuk Arachis Hypogea
    Biji
    35-55
    P
    Kapok / Randu Ceiba Pantandra
    Biji
    24-40
    NP
    Karet Hevea Brasiliensis
    Biji
    40-50
    P
    Kecipir Psophocarpus Tetrag
    Biji
    15-20
    P
    Kelapa Cocos Nucifera
    Inti biji
    60-70
    P
    Kelor Moringa Oleifera
    Biji
    30-49
    P
    Kemiri Aleurites Moluccana
    Inti biji
    57-69
    NP
    Kusambi Sleichera Trijuga
    Sabut
    55-70
    NP
    Nimba Azadiruchta Indica
    Inti biji
    40-50
    NP
    Saga Utan Adenanthera Pavonina
    Inti biji
    14-28
    P
    Sawit Elais Suincencis
    Sabut dan biji
    45-70 + 46-54
    P
    Nyamplung Callophyllum Lanceatum
    Inti biji
    40-73
    P
    Randu Alas Bombax Malabaricum
    Biji
    18-26
    NP
    Sirsak Annona Muricata
    Inti biji
    20-30
    NP
    Srikaya Annona Squosa
    Biji
    15-20
    NP

     

    Spesifikasi Biodiesel sesuai SNI 04-7182-2006:

    No Parameter Satuan Nilai
    1 Massa jenis pada 40 0C kg/m3 850-890
    2 Viskositas kinematik pada 40 0C mm2/s(cst) 2.3-60
    3 Angka setana   Min 51
    4 Titik nyala (mangkok tertutup) 0c Min 100
    5 Titik kabut 0c Maks 18
    6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 0C)   Maks no 3
    7 Residu karbon
    Dalam contoh asli
    Dalam 10% ampas distilasi
      Maks 0.05
    Maks 0.30
    8 Air dan sedimen % vol Maks 0.5*
    9 Temperatur destilasi 90% 0c Maks 360
    10 Abu tersulfatkan % massa Maks 0.02
    11 Belerang ppm-m (mg/kg) Maks 100
    12 Fosfor ppm-m (mg/kg) Maks 10
    13 Angka asam mg-KOH/g Maks 0.8
    14 Gliserol bebas % massa Maks 0.02
    15 Gliserol total % massa Maks 0.24
    16 Kadar ester alkil % massa Maks 96.5
    17 Angka iodium % massa 9g-I2/100 g) Maks 115
    18 Uji Helphen   Negatif
    catatan: *dapat diuji terpisah dengan ketentuan kandungan sedimen maksimum 0.01% vol

    Spesifikasi  solar sesuai SK Dirjen Migas No.. 3675K/24/DJM/2006:

    No Karakteristik Unit Super Reguler
    1 Berat jenis pada suhu 15 0C kg/m3 820-860 815-870
    2 Viskositas kinematik pada suhu 40 0C mm2/s 2.0-4.5 2.0-5.0
    3 Angka setana / indeks   ≥51/48 ≥48-45
    4 Titik nyala 40 0C 0C ≥55 ≥60
    5 Titik tuang 0C ≤18 ≤18
    6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 0C)   ≤kelas 1 ≤kelas 1
    7 Residu karbon % massa ≤0.30 ≤30
    8 Kandungan air mg/kg ≤500 ≤50
    9 T90/95 0C ≤340/360 <370
    10 Stabilitas oksidasi g/m3 ≤25 -
    11 Sulfur %m/m ≤0.05 ≤0.35
    12 Bilangan asam total mg-KOH/g ≤0.3 ≤0.6
    13 Kandungan abu %m/m ≤0.01 ≤0.01
    14 Kandungan sedimen >%m/m ≤0.01 ≤0.01
    15 Kandungan FAME %m/m ≤10 ≤10
    16 Kandungan metanol dan etanol %v/v Tak terditeksi Tak terditeksi
    17 Partikulat mg/l ≤10 -
    *) SK Dirjen Migas No. 3675/24/DJM/2006 memperbolehkan penambahan bioetanol sampai dengan 10% (v/v)

Ditulis dalam Energy | Tinggalkan sebuah Komentar »

Apa sih Bioetanol itu ?

Posted by nankcas pada Desember 21, 2010

Seiringdengan menipisnya cadangan energi BBM, jagung menjadi alternatif yang penting sebagai bahan baku pembuatan ethanol (bahan pencampur BBM). Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan.Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme

  • Gasohol º campuran bioetanol kering/absolut terdena-turasi dan bensin pada kadar alkohol s/d sekitar 22 %-volume.
  • Istilah bioetanol identik dengan bahan bakar murni. BEX º gasohol berkadar bioetanol X %-volume.

Bahan Baku

  • Nira bergula (sukrosa): nira tebu, nira nipah, nira sorgum manis, nira kelapa, nira aren, nira siwalan, sari-buah mete
  • Bahan berpati: a.l. tepung-tepung sorgum biji (jagung cantel), sagu, singkong/gaplek, ubi jalar, ganyong, garut, umbi dahlia.
  • Bahan berselulosa (Þ lignoselulosa):kayu, jerami, batang pisang, bagas, dll. Sekarang belum ekonomis, teknologi proses yang efektif diperkirakan akan komersial pada dekade ini !

Pemanfaatan Bioetanol

  • Sebagai bahan bakar substitusi BBM pada motor berbahan bakar bensin; digunakan dalam bentuk neat 100% (B100) atau diblending dengan premium (EXX)
  • Gasohol s/d E10 bisa digunakan langsung pada mobil bensin biasa (tanpa mengharuskan mesin dimodifikasi).
Sumber Karbohidrat Hasil Panen Ton/ha/th Perolehan Alkohol
Liter/ton Liter/ha/th
Singkong 25 (236) 180 (155) 4500 (3658)
Tetes 3,6 270 973
Sorgum Bici 6 333,4 2000
Ubi Jalar 62,5* 125 7812
Sagu 6,8$ 608 4133
Tebu 75 67 5025
Nipah 27 93 2500
Sorgum Manis 80** 75 6000
*) Panen 2 ½ kali/th; $ sagu kering; ** panen 2 kali/th. Sumber: Villanueva (1981); kecuali sagu, dari Colmes dan Newcombe (1980); sorgum manis, dari Raveendram; dan Deptan (2006) untuk singkong; tetes dan sorgum biji (tulisan baru)

Teknologi Pengolahan Bioetanol

Teknologi produksi bioethanol berikut ini diasumsikan menggunakan jagung sebagai bahan baku, tetapi tidak menutup kemungkinan digunakannya biomassa yang lain, terutama molase.
Secara umum, produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu: Persiapan Bahan baku, Fermentasi, dan Pemurnian.

1. Persiapan Bahan Baku

Bahan baku untuk produksi biethanol bisa didapatkan dari berbagai tanaman, baik yang secara langsung menghasilkan gula sederhana semisal Tebu (sugarcane), gandum manis (sweet sorghum) atau yang menghasilkan tepung seperti jagung (corn), singkong (cassava) dan gandum (grain sorghum) disamping bahan lainnya.

Persiapan bahan baku beragam bergantung pada bahan bakunya, tetapi secara umum terbagi menjadi beberapa proses, yaitu:

  • Tebu dan Gandum manis harus digiling untuk mengektrak gula
  • Tepung dan material selulosa harus dihancurkan untuk memecahkan susunan tepungnya agar bisa berinteraksi dengan air secara baik
  • Pemasakan, Tepung dikonversi menjadi gula melalui proses pemecahan menjadi gula kompleks (liquefaction) dan sakarifikasi (Saccharification) dengan penambahan air, enzyme serta panas (enzim hidrolisis). Pemilihan jenis enzim sangat bergantung terhadap supplier untuk menentukan pengontrolan proses pemasakan.

Tahap Liquefaction memerlukan penanganan sebagai berikut:

  • Pencampuran dengan air secara merata hingga menjadi bubur
  • Pengaturan pH agar sesuai dengan kondisi kerja enzim
  • Penambahan enzim (alpha-amilase) dengan perbandingan yang tepat
  • Pemanasan bubur hingga kisaran 80 sd 90 C, dimana tepung-tepung yang bebas akan mengalami gelatinasi (mengental seperti Jelly) seiring dengan kenaikan suhu, sampai suhu optimum enzim bekerja memecahkan struktur tepung secara kimiawi menjadi gula komplek (dextrin). Proses Liquefaction selesai ditandai dengan parameter dimana bubur yang diproses menjadi lebih cair seperti sup.

Tahap sakarifikasi (pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana) melibatkan proses sebagai berikut:

  • Pendinginan bubur sampai suhu optimum enzim sakarifikasi bekerja
  • Pengaturan pH optimum enzim
  • Penambahan enzim (glukoamilase) secara tepat
  • Mempertahankan pH dan temperature pada rentang 50 sd 60 C sampai proses sakarifikasi selesai (dilakukan dengan pengetesan gula sederhana yang dihasilkan)

2. Fermentasi

Pada tahap ini, tepung telah sampai pada titik telah berubah menjadi gula sederhana (glukosa dan sebagian fruktosa) dimana proses selanjutnya melibatkan penambahan enzim yang diletakkan pada ragi (yeast) agar dapat bekerja pada suhu optimum. Proses fermentasi ini akan menghasilkan etanol dan CO2.

Bubur kemudian dialirkan kedalam tangki fermentasi dan didinginkan pada suhu optimum kisaran 27 sd 32 C, dan membutuhkan ketelitian agar tidak terkontaminasi oleh mikroba lainnya. Karena itu keseluruhan rangkaian proses dari liquefaction, sakarifikasi dan fermentasi haruslah dilakukan pada kondisi bebas kontaminan.

Selanjutnya ragi akan menghasilkan ethanol sampai kandungan etanol dalam tangki mencapai 8 sd 12 % (biasa disebut dengan cairan beer), dan selanjutnya ragi tersebut akan menjadi tidak aktif, karena kelebihan etanol akan berakibat racun bagi ragi.

Dan tahap selanjutnya yang dilakukan adalah destilasi, namun sebelum destilasi perlu dilakukan pemisahan padatan-cairan, untuk menghindari terjadinya clogging selama proses distilasi.

3. Pemurnian / Distilasi

Distilasi dilakukan untuk memisahkan etanol dari beer (sebagian besar adalah air dan etanol). Titik didih etanol murni adalah 78 C sedangkan air adalah 100 C (Kondisi standar). Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 – 100 C akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume.

Prosentase Penggunaan Energy

Prosentase perkiraan penggunaan energi panas/steam dan listrik diuraikan dalam tabel berikut ini:

Prosentase Penggunaan Energi
Identifikasi Proses Steam Listrik
Penerimaan bahan baku, penyimpanan, dan penggilingan 0 % 6.1 %
Pemasakan (liquefaction) dan Sakarifikasi 30.5 % 2.6 %
Produksi Enzim Amilase 0.7 % 20.4 %
Fermentasi 0.2 % 4 %
Distilasi 58.5 % 1.6 %
Etanol Dehidrasi (jika ada) 6.4 % 27.1 %
Penyimpanan Produk 0 % 0.7 %
Utilitas 2.7 % 27 %>
Bangunan 1 %> 0.5 %
TOTAL 100 % 100 %
Sumber: A Guide to Commercial-Scale Ethanol Production and Financing, Solar Energy Research Institute (SERI), 1617 Cole Boulevard, Golden, CO 80401

Peralatan Proses

Adapun rangkaian peralatan proses adalah sebagai berikut:

  • Peralatan penggilingan
  • Pemasak, termasuk support, pengaduk dan motor, steam line dan insulasi
  • External Heat Exchanger
  • Pemisah padatan – cairan (Solid Liquid Separators)
  • Tangki Penampung Bubur
  • Unit Fermentasi (Fermentor) dengan pengaduk serta motor
  • Unit Distilasi, termasuk pompa, heat exchanger dan alat kontrol
  • Boiler, termasuk system feed water dan softener
  • Tangki Penyimpan sisa, termasuk fitting

Ditulis dalam Energy | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mengapa Panas Bumi Perlu Dikembangkan?

Posted by nankcas pada Desember 21, 2010

Pertama, Indonesia memiliki potensi panas bumi  yang cukup besar yaitu 28000 Megawatt (MW), secara total  memberikan nilai tambah yang cukup besar bagi pemerintah walaupun harga listrik panas bumi dianggap tinggi apabila dibandingkan dengan pembangkit batubara, kedua,  tidak dapat diekspor, hanya dapat digunakan untuk konsumsi dalam negeri, terutama dalam penyediaan bahan bakar pembangkitan tenaga listrik serta meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, alasan lain, bebas dari kenaikan (fluktuasi) harga bahan bakar fosil, tidak tergantung dari cuaca, suplier, kesediaan fasilitas pengangkutan dan bongkar muat dalam pasokan bahan bakar.

Selain itu, tingkat keandalan pembangkit yang tinggi  (availability factor), menjadi alteratif baseload bagi PLN, efisiensi pembangkitan, ramah lingkungan dimana ini merupakan pekerjaan rumah pemerintah Indonesia guna meresponse isu global warming melalui komitmen di Copenhagen, Denmark untuk menurunkan emisi 26 persen pada 2025, panas bumi merupakan energi terbarukan, konservasi bahan bakar fosil, saling mendukung dengan kehutanan, suistanable, terbarukan serta pengembangan tertutup.

Sementara, status pengembangan panas bumi di Indonesia saat ini, dari potensi 28000 MW, kapasitas terpasang baru 1189 MW, dimana 18 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) existing 15 WKP dimiliki oleh Pertamina, 1 swasta, 1 koperasi serta 1 milik PLN, tetapi dalam kurun waktu empat tahun kedepan perusahaan listrik negara ini siap mengembangkan 2000 MW Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Sedangkan untuk WKP baru statusnya saat ini, diantaranya 11 WKP sudah ditenderkan yaitu T.Perahu, Tampomas, Cisolok-Cisukarame, Sokoria, Jailolo dan Jaboi, selain itu 16 WKP lainnya sedang ditenderkan setelah adanya Peraturan Menteri (Permen) Harga Dasar Patokan Energi dari Panas Bumi No.32/2009 tertanggal 8 Desember 2009, dan pemerintah juga sedang memepersiapkan WKP lain untuk dikembangkan.

Ditulis dalam Energy | Tinggalkan sebuah Komentar »

Apa Energi Nuklir Itu ?

Posted by nankcas pada Desember 21, 2010

Energi nuklir adalah salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Namun sentimen publik telah menjadi hambatan yang sangat besar dalam penerapannya sejak terjadi tragedi Chernobyl.Karena alasan ini dalam beberapa dokumen energi terbarukan sering pula disebut sebagai energi non fosil. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari).

Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1200 MWe, hingga tahun 2005 terdapat 443 PLTN berlisensi di dunia dengan 441 diantaranya beroperasi di 31 negara yang berbeda. Keseluruhan reaktor tersebut menyuplai 17 persen daya listrik dunia.

PLTN dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan. Tetapi ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, dan hal ini bisa menggunakan jenis reaktor yang berbeda. Sebagai tambahan, beberapa jenis reaktor berikut ini, di masa depan diharapkan mempunyai sistem keamanan pasif.

Reaktor Fusi : Reaktor daya fusi membangkitkan panas melalui reaksi fusi nuklir dari isotop fissil uranium dan plutonium. Selanjutnya reaktor daya fissi dikelompokkan lagi menjadi: Reaktor thermal , dimana menggunakan moderator neutron untuk melambatkan atau me-moderate neutron sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron yang dihasilkan dari reaksi fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau dilambatkan (dibuat thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi berantai. Hal ini berkaitan dengan jenis bahan bakar yang digunakan reaktor thermal yang lebih memilih neutron lambat ketimbang neutron cepat untuk melakukan reaksi fusi. Kemudian ada reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. Karena reaktor cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda dengan reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap berlangsung. Boleh dikatakan, bahwa reaktor thermal menggunakan neutron thermal dan reaktor cepat menggunakan neutron cepat dalam proses reaksi fissi masing-masing. Serta terakhir, reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar ketimbang menggunakan reaksi berantai untuk menghasilkan reaksi fissi. Hingga 2004 hal ini hanya berupa konsep teori saja, dan tidak ada purwarupa yang diusulkan atau dibangun untuk menghasilkan listrik, meskipun beberapa laboratorium mendemonstrasikan dan beberapa uji kelayakan sudah dilaksanakan.

Dalam pembagiannya, reaktor thermal terdiri dari  Light water reactor (LWR), Boiling water reactor (BWR), Pressurized water reactor (PWR), SSTAR, a sealed, reaktor untuk jaringan kecil, mirip PWR dan Moderator Grafit, ini sendiripun terbagi lagi menjadi  Magnox,  Advanced gas-cooled reactor (AGR), High temperature gas cooled reactor (HTGR), RBMK, Pebble bed reactor (PBMR). Selain itu, ada juga yang namanya  moderator Air berat, yang terdiri dari  SGHWR, CANDU.

Reaktor cepat, meski reaktor nuklir generasi awal berjenis reaktor cepat, tetapi perkembangan reaktor nuklir jenis ini kalah dibandingkan dengan reaktor thermal.

Keuntungan reaktor cepat diantaranya adalah siklus bahan bakar nuklir yang dimilikinya dapat menggunakan semua uranium yang terdapat dalam urainum alam, dan juga dapat mentransmutasikan radioisotop yang tergantung di dalam limbahnya menjadi material luruh cepat. Dengan alasan ini, sebenarnya reaktor cepat secara inheren lebih menjamin kelangsungan ketersedian energi ketimbang reaktor thermal. Lihat juga reaktor fast breeder. Karena sebagian besar reaktor cepat digunakan untuk menghasilkan plutonium, maka reaktor jenis ini terkait erat dengan proliferasi nuklir.

Lebih dari 20 purwarupa (prototype) reaktor cepat sudah dibangun di Amerika Serikat, Inggris, Uni Sovyet, Perancis, Jerman, Jepang, India, dan hingga 2004 1 unit reaktor sedang dibangun di China. Berikut beberapa reaktor cepat di dunia: EBR-I, 0.2 MWe, AS, (1951-1964), Dounreay Fast Reactor, 14  MWe, Inggris, (1958-1977), Enrico Fermi Nuclear Generating Station Unit 1, 94 MWe, AS, (1963-1972), EBR-II, 20 MWe, AS, (1963-1994), Phénix, 250 MWe, Perancis, (1973-sekarang), BN-350, 150 MWe plus desalination, USSR/Kazakhstan, (1973-2000), Prototype Fast Reactor, 250 MWe, Inggris (1974-1994), BN-600, 600 MWe, USSR/Russia (1980-sekarang), Superphénix, 1200 MWe, Perancis, (1985-1996), FBTR, 13.2 MWe, India (1985-sekarang), Monju, 300 MWe, Jepang (1994-sekarang) dan  PFBR, 500 MWe, India, (1998-sekarang).

Keuntungan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya utama lainnya adalah: Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) – gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas), tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia, sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal),  biaya bahan bakar rendah – hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan, serta  ketersedian bahan bakar yang melimpah – sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan.

Sedangkan  kekurangan PLTN diantaranya  risiko kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building) dan limbahnya yang berbentuk radioaktif  tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Ditulis dalam Energy | Tinggalkan sebuah Komentar »

my Favorite Songs

Posted by nankcas pada Agustus 4, 2008

Belahan Jiwa
oleh: KLA Project

Membaca lagi surat-suratmu, hatiku jatuh rindu
Tak sadar pada langit kamarku, kulukis kau di situ
Waktu yang berlalu, dan jarak masih saja terbentang
Penamu bicara, menembus ruang menyapa sukmaku

Mendesah lembut angin membawa butiran hati lara
Ternyata meraih kesempatan, tak semudah kusangka
Kau setia menunggu lelaki kecil menantang hidup
Kau sertakan do’a, seolah mantra menjelma nafasku

Memendam tanya seg’ra terucap
Belahan jiwa apa kabarmu
Kuharap s’lali tetap kau jaga
Tumbuhan cinta yang di ladang kita …

Kau setia menunggu lelaki kecil menantang hidup
Kau sertakan do’a, seolah mantra menjelma nafasku

Memendam tanya seg’ra terucap
Belahan jiwa apa kabarmu
Kuharap s’lali tetap kau jaga
Tumbuhan cinta yang di ladang kita

Aku … jauh di sini menggapai cita
Hingga … satu saat pasti ku kan kembali

Kan kujemput dikau Sang Putri, pada saatnya nanti
Berkereta kencana kubawa pergi, ‘tuju istana di sana ku bertahta

Memendam tanya seg’ra terucap
Belahan jiwa apa kabarmu
Kuharap s’lali tetap kau jaga
Tumbuhan cinta yang di ladang kita

Aku … jauh di sini menggapai cita
Hingga … satu saat pasti ku kan kembali
========================================================================
Lagu Baru
oleh: KLA Project

Nada indah terlintas kita ciptakan
Satu lagu yang baru dalam bayangan
Katakan sesuatu lirik dan kata
Ketuk irama, lantun melodi, untuk bergaya sejenak suka-suka

Apakah pendapatmu akan laguku?
Tunjukkanlah sikapmu kalau setuju
Sekarang aku yakin kita t’lah mampu
Menggubah nada, menyusun kata, mengungkap segalanya penuh jiwa

Lupakanlah problema
Anggap saja tiada
Lupakanlah problema
Anggap saja tiada

Jangan biarkan terbawa resah di dada
Hingga itu semua dapat menggugah rasa
Marilah bergembira dalam satu suasana…
========================================================================Romansa
oleh: KLA Project

Sunyi…
Dan smarak malam
Bertabur kilau bintang
Bulan pun naik perlahan
Tersipu

Kau dan aku tenggelam
Dalam dekapan cinta
Tanpa suara berbincang
Dua jiwa

Tertiup aroma bunga
Mengantarkan nikmat gairah ‘smara
Terlantun untaian mantra

Duhai, bersemilah
Cinta kita

Kau dan aku tenggelam
Dalam dekapan cinta
Tanpa suara berbincang
Dua jiwa

Tertiup aroma bunga
Mengantarkan nikmat gairah ‘smara
Terlantun untaian mantra

Duhai, bersemilah
Cinta kita, tersiram prahara
Kasih, tersenyumlah
Dan setia, dari waktu ke waktu

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | 1 Komentar »

AMAL

Posted by nankcas pada Juli 5, 2008

Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih awal menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa wang lebih banyak kerana keperluan di rumah makin besar. Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. “Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa wang sesenpun.” Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala.” “Terima kasih,” jawab Ali. Matanya memberat lantaran isterinya begitu tawakkal. Padahal keperluan dapur sudah habis sama sekali. Pun begitu Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.

Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan sholat berjamaah. Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. “Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?” Ali menjawab dengan hairan. “Ya betul. Ada apa, Tuan?”. Orang tua itu mencari kedalam begnya sesuatu seraya berkata: “Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar upahnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah wang ini, sebab engkaulah ahli warisnya.” Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.

Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.

Ali pun bergegas berangkat ke pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, “Siapakah yang mahu menghutangkan hartanya kerana Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.” Tanpa berfikir panjang, Ali memberikan seluruh wangnya kepada orang itu.

Pada waktu ia pulang dan Fatimah kehairanan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, berkata, “Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kerana Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya, dan yang menutup pintu syurga untuk kita.”

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | Tinggalkan sebuah Komentar »

Bu kek Siansu

Posted by nankcas pada Oktober 21, 2007

Bu kek sian su

Bu kek sian su 2

Bu kek sian su 3

Bu kek sian su 4

Bu kek sian su 5

Bu kek sian su 6

Bu kek sian su 7

Bu kek sian su 8

Bu kek sian su 9

Bu kek sian su 10

Bu kek sian su 11

Bu kek sian su 12

Bu kek sian su 13

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | Tinggalkan sebuah Komentar »

Penggemar Kho Ping Hoo

Posted by nankcas pada Oktober 21, 2007

Aku penggemar berat karya Asmaraman S Kho Ping Hoo ( KPH ) , aku baca semenjak masih kecil kalo ngak salah kelas 4 SD, Aku terpesona oleh eloknya gaya cerita KPH, selain jago cerita KPH juga jago Filsafat, meski aku ngak tau Beliau belajar filsafat dimana , menurutku sih Filsafatnya bener-bener autentik karya Beliau, kadang kita malu sendiri bila sisi kemanusiaan kita di singgung.

Pertamanya memang susah menghafal nama nama tokoh dan julukannya karena sangat kental dengan aroma China nya. Juga Jurus jurus dan karakter dari tokoh yang diceritakannya, tapi lama-kelamaan seiring dengan banyaknya baca , istilah istilah dalam bahasa China tersebut akan segara familier.

So bagi yang belum pernah baca segeralah mencoba untuk membacanya karena yang aku rasakan sendiri, selain menikmati alur ceritanya juga membuat kita lebih bijak dalam mensikapi hidup dan perilaku manusia.

Selamat Membaca.

Ditulis dalam Cerita Adu Jotos | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.