Casdi’s Publication

Mangan ora mangan asal kumpul

Biodiesel ?? Apaan tuh..?

Posted by nankcas pada Desember 21, 2010

Biodiesel adalah bahan bakar motor diesel yang berupa ester alkil/alkil asam-asam lemak (biasanya ester metil) yang dibuat dari minyak nabati melalui proses trans atau esterifikasi. stilah biodiesel identik dengan bahan bakar murni. Campuran biodiesel (BXX) adalah biodiesel sebanyak XX`% yang telah dicampur dengan solar sejumlah 1-XX %
Latar Belakang Kebutuhan Biodiesel di Indonesia:

Bahan bakar mesin diesel yang berupa ester metil/etil asam-asam lemak. Dibuat dari minyak-lemak nabati dengan proses metanolisis/etanolisis. Produk-ikutan: gliserin. Atau dari asam lemak (bebas) dengan proses esterifi-kasi dgn metanol/etanol. Produk-ikutan : air Kompatibel dengan solar, berdaya lumas lebih baik. Berkadar belerang hampir nihil,umumnya < 15 ppm. BXX = camp. XX %-vol biodiesel dengan (100 – XX) %-vol solar. Contoh: B5, B20, B100. Sudah efektif memperbaiki kualitas emisi kendaraan diesel pada level B2 !.
Keuntungan Pemakaian Biodiesel

  • Dihasilkan dari sumber daya energi terbarukan dan ketersediaan bahan bakunya terjamin
  • Cetane number tinggi (bilangan yang menunjukkan ukuran baik tidaknya kualitas solar berdasar sifat kecepatan bakar dalam ruang bakar mesin)
  • Viskositas tinggi sehingga mempunyai sifat pelumasan yang lebih baik daripada solar sehingga memperpanjang umur pakai mesin
  • Dapat diproduksi secara lokal
  • Mempunyai kandungan sulfur yang rendah
  • Menurunkan tingkat opasiti asap
  • Menurunkan emisi gas buang
  • Pencampuran biodiesel dengan petroleum diesel dapat meningkatkan biodegradibility petroleum diesel sampai 500 %

Bahan Baku Biodiesel

Minyak nabati sebagai sumber utama biodiesel dapat dipenuhi oleh berbagai macam jenis tumbuhan tergantung pada sumberdaya utama yang banyak terdapat di suatu tempat/negara. Indonesia mempunyai banyak sumber daya untuk bahan baku biodiesel.

    Beberapa sumber minyak nabati yang potensial sebagai bahan baku Biodiesel.

    Nama Lokal Nama Latin Sumber Minyak Isi
    % Berat Kering
    P / NP
    Jarak Pagar Jatropha Curcas
    Inti biji
    40-60
    NP
    Jarak Kaliki Riccinus Communis
    Biji
    45-50
    NP
    Kacang Suuk Arachis Hypogea
    Biji
    35-55
    P
    Kapok / Randu Ceiba Pantandra
    Biji
    24-40
    NP
    Karet Hevea Brasiliensis
    Biji
    40-50
    P
    Kecipir Psophocarpus Tetrag
    Biji
    15-20
    P
    Kelapa Cocos Nucifera
    Inti biji
    60-70
    P
    Kelor Moringa Oleifera
    Biji
    30-49
    P
    Kemiri Aleurites Moluccana
    Inti biji
    57-69
    NP
    Kusambi Sleichera Trijuga
    Sabut
    55-70
    NP
    Nimba Azadiruchta Indica
    Inti biji
    40-50
    NP
    Saga Utan Adenanthera Pavonina
    Inti biji
    14-28
    P
    Sawit Elais Suincencis
    Sabut dan biji
    45-70 + 46-54
    P
    Nyamplung Callophyllum Lanceatum
    Inti biji
    40-73
    P
    Randu Alas Bombax Malabaricum
    Biji
    18-26
    NP
    Sirsak Annona Muricata
    Inti biji
    20-30
    NP
    Srikaya Annona Squosa
    Biji
    15-20
    NP

     

    Spesifikasi Biodiesel sesuai SNI 04-7182-2006:

    No Parameter Satuan Nilai
    1 Massa jenis pada 40 0C kg/m3 850-890
    2 Viskositas kinematik pada 40 0C mm2/s(cst) 2.3-60
    3 Angka setana   Min 51
    4 Titik nyala (mangkok tertutup) 0c Min 100
    5 Titik kabut 0c Maks 18
    6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 0C)   Maks no 3
    7 Residu karbon
    Dalam contoh asli
    Dalam 10% ampas distilasi
      Maks 0.05
    Maks 0.30
    8 Air dan sedimen % vol Maks 0.5*
    9 Temperatur destilasi 90% 0c Maks 360
    10 Abu tersulfatkan % massa Maks 0.02
    11 Belerang ppm-m (mg/kg) Maks 100
    12 Fosfor ppm-m (mg/kg) Maks 10
    13 Angka asam mg-KOH/g Maks 0.8
    14 Gliserol bebas % massa Maks 0.02
    15 Gliserol total % massa Maks 0.24
    16 Kadar ester alkil % massa Maks 96.5
    17 Angka iodium % massa 9g-I2/100 g) Maks 115
    18 Uji Helphen   Negatif
    catatan: *dapat diuji terpisah dengan ketentuan kandungan sedimen maksimum 0.01% vol

    Spesifikasi  solar sesuai SK Dirjen Migas No.. 3675K/24/DJM/2006:

    No Karakteristik Unit Super Reguler
    1 Berat jenis pada suhu 15 0C kg/m3 820-860 815-870
    2 Viskositas kinematik pada suhu 40 0C mm2/s 2.0-4.5 2.0-5.0
    3 Angka setana / indeks   ≥51/48 ≥48-45
    4 Titik nyala 40 0C 0C ≥55 ≥60
    5 Titik tuang 0C ≤18 ≤18
    6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 0C)   ≤kelas 1 ≤kelas 1
    7 Residu karbon % massa ≤0.30 ≤30
    8 Kandungan air mg/kg ≤500 ≤50
    9 T90/95 0C ≤340/360 <370
    10 Stabilitas oksidasi g/m3 ≤25 -
    11 Sulfur %m/m ≤0.05 ≤0.35
    12 Bilangan asam total mg-KOH/g ≤0.3 ≤0.6
    13 Kandungan abu %m/m ≤0.01 ≤0.01
    14 Kandungan sedimen >%m/m ≤0.01 ≤0.01
    15 Kandungan FAME %m/m ≤10 ≤10
    16 Kandungan metanol dan etanol %v/v Tak terditeksi Tak terditeksi
    17 Partikulat mg/l ≤10 -
    *) SK Dirjen Migas No. 3675/24/DJM/2006 memperbolehkan penambahan bioetanol sampai dengan 10% (v/v)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.